Serunya Final Cabang MMQ di Stanum Bangkinang, dari Tema Korupsi Hingga Isu Radikalisme

BANGKINANG – Cabang Musabaqah Makalah Quran (MMQ) pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXVIII Tingkat Provinsi Riau Tahun 2019 di Kabupaten Kampar memiliki daya Tarik tersendiri. Pada hari terakhir penyelenggaraan lomba cabang ini di aula Stanum, Bangkinang, terbukti lokasi ini “diserbu” masyarakat. Babak final berlangsung seru.

Cabang MMQ telah berhasil diselenggarakan dan hanya tinggal pengumuman pemenang pada acara penutupan di Astaka Utama, Sabtu (30/11/2019) nanti.

Ketua Koordinator Lomba Cabang MMQ H Tugiyat, S.Ag, MSy dalam sesi wawancara dengan kru Media Center MTQ XXXVIII Tingkat Provinsi Riau Tahun 2019, Kamis (28/11/2019) sore mengungkapkan, pada babak final ini telah tampil sebanyak enam orang peserta yang terdiri dari tiga peserta final putra dan tiga peserta final putri. Sebelumnya mereka berhasil melewati babak penyisihan dan babak semifinal yang digelar Rabu (27/11/2019) kemarin.

“Semua peserta pada babak final hari ini menyampaikan persentasi dari makalah yang ditulis kemarin dengan memakai infocus. Penonton hari ini banyak, lebih heboh. Full aula Stanum ini,” beber Tugiyat. Dalam babak final ini mereka dinilai oleh para dewan hakim dan disaksikan tokoh-tokoh pendidikan maupun agama. “Tadi ada Profesor Mujahidin yang juga Rektor UIN, ada Bapak Ahmad Supardi, Bapak Alaidin, Profesor Doktor Fauzan, Profesor Heri Sunandar dan lainnya dan hadir juga pejabat dari Kemenag Riau dan kabupaten,” ungkap Tugiyat.

Cabang MMQ diikuti 24 orang peserta yang merupakan utusan seluruh kabupaten kota atau sebanyak 12 kabupaten/kota. Masing-masing kabupaten kota mengirimkan dua orang peserta, satu orang putra dan satu orang putri.

Ketika ditanya bagaimana tentang lomba MMQ ini Tugiyat mengatakan bahwa masing-masing peserta diminta menulis makalah di laptopnya masing-masing. Setelah itu peserta diminta untuk mempresentasikan makalah ini. Pada MTQ kali ini peserta menampilkan isu terkini yang terjadi di Indonesia diantaranya tentang korupsi, transaksi elektronik hingga radikalisme. “Sangat menarik sekali apa yang disampaikan peserta dalam makalahnya dan penonton memang betul-betul antusias menyaksikan,” bebernya. Pada umumnya peserta merupakan para mahasiswa dan mahasiswi.(Akhir Yani/MC)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *